Uncategorized


terinspirasi dari status facebook seorang teman: “marriage is about three rings: engagedment ring, wedding ring, and suffering”

heeeyyaaaa….. saia sih no comment! terutama bagian “suffering” itu, menyerah pada apa coba? keadaan, takdir, kehendak suami, atau menyerah pada rayuan suami? hihihi… kalo saia sih, sepertinya suami yang menyerah pada rayuan saia *kedip-kedip*

“suffering”… gimana dia bisa bilang gitu ya? jujur masih bingung… mungkin ada baiknya saia berdoa saja, semoga pernikahan saia dengan calon suami saia nantinya menjadi “three rings” yang lain: engagedment ring, wedding ring, caring. bisa punya keturunan yang sehat lahir batin, sholeh/sholehah, cerdas, membanggakan, dan punya senyum yang sangat manis. hahaha…. sekarang masih dipikir gimana caranya biar pernikahan saia besok barokah! masalah keturunan, menyusul lah… yang pasti, saia cuma mau 2 anak. abis itu saia atau suami akan steril (mau saia sih suami saja):D

waduh,, malah sudah ngelantur ke sana. sepertinya saia sudah harus tidur… ngantuk! besok musti bangun pagi buat sahur.

====================

buat si kembar siam dan dempet: just ignore my opinion! i’ts yours, not mine… now, there is only YOU and ME.

berikut hasil seleksi model cincin ang pengen diwujudkan buat jadi cincin kawin saia dan calon suami. dari 5 model ini, bie suka dengan model nomer 4. kalau saia, yang mana saja dari ke-5 model ini. sebenrnya pengen yang model nomer 3, tapi sayang gak bisa di gravir nama kami nantinya. ketika bie mengusulkan model nomer 4, saia juga mengusulkan untuk mengganti ornamen di bagian atas itu dengan emas kuning. jadi nantinya akan berwujud two tone wedding ring!

ada saran lain dari pembaca gak?

cincin 1

cincin 2

cincin 3

cincin 4

cincin 5

Hari ini Bapak Deresan (calon mertua, insyaAllah) ulang tahun lhooo… yang ke 57 bukan ya pak? maaf lupa.. :D

Jadi inget setahun lalu dirayakan di rumah tepat setelah bapak sekeluarga pulang umroh. senang sekali bisa jadi bagian dari perayaan hari itu, bisa merasakan keakraban dan kekompakan keluarga bapak, dan yang paling berkesan bisa melihat bapak menangis bahagia kala itu.

Bapak… selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, sehat, dilancarkan rejekinya, diberi kekuatan dan kesabaran dalam membimbing putra-putrinya, dimudahkan segala urusan, dan dikabulkan segala harapan Bapak oleh Allah SWT. Amin yaa robbal’alamin..

I'm Dying, Dying to wake up without you,
without you in my head again
I'm Dying, Dying to forget about you,
that you ever lived 

There's a shade come over this
heart that's coping with
laying down to rest 

I'm Dying to live without you again
I'm Dying, Dying to find a distraction,
get you away from me
I'm Dying, Dying to reach a conclusion,
so that the world can see 

It's the same old story of
love and glory that
broke before it bent 

I'm dying to live without you again 

The first time you left
I said goodbyeee
Now there's not a prayer
that can survive 

Dying, Dying to die just to come back
so we can meet again
Dying, Dying to say what I always,
always should have said 

It's a strange emotion this
but there's still hope in this
As long as there's a breath... 

I'm Dying and I can't live without you again 

It's a strange emotion this
but there's still hope in this
As long as there's a breath... 

I'm Dying and I can't live without you 

I'm Dying and I can't live without you again

tulisan ini saya buat sebagai bentuk permintaan maaf saya kepada orang yang sangat saya sayangi. saya telah menyakiti perasaannya…

saya memang tidak pandai merangkai kata sehingga sering kali apa yang saya ucapkan justru menyinggung perasaannya.

saya juga terlalu percaya padanya sehingga saya menjadi tidak peka ketika apa yang saya ucapkan menyakitinya.

sungguh saya sangat menyesal, dan penyesalan ini begitu menyesakkan. malam ini air mata saya menetes untuknya. begitu bebalnya saya hingga sulit belajar dari kesalahan yang lalu.

semoga maaf yang telah saya ucapkan padanya tadi bisa mengurangi kekecewaannya… saya berharap semua kembali baik-baik saja. saya sangat menyayanginya… saya kangen dengan keceriaannya, kangen dengan ketawanya, kangen dengan kata-kata sayang dia, kangen dengan keberaadaan dia di sisi saya. saya kangen… kangen sekali.

lepas dari semua itu, saya kembali merasakan bahwa rasa sayangnya kepada saya melebihi dari yang saya duga. saya teringat kata-katanya bahwa dia tidak bisa bilang seberapa besar dia menyayangi saya tapi biar nanti saya rasakan sendiri.

salah satu hal yang saya kagumi darinya adalah dia selalu berusaha untuk menjadi lebih baik agar bisa memberikan yang terbaik bagi orang yang dia sayang.  dia tidak mudah menyerah pada keadaan. tidak pernah mau menyalahkan keadaaan.

makasih ayah… nda tau ayah sayang banget sama nda… maafin nda ya, yah…