April 2009


just wanna say… i love my Dad.

kenapa di FB cuma bisa jadi fans “I love my Mom”?

bukan berarti saya tidak sayang sama ibu saya, hanya saja saya lebih dekat secara emosional dengan bapak saya. mungkin karena sejak kecil saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan bapak saya.

saat saya hampir mati tertelan ombak, bapak saya yang ada di samping saya. saat saya menangis karena putus cinta, bapak saya yang memeluk saya. saat saya punya pacar, bapak saya yang menasehati. saat saya pulang malam, bapak saya yang telepon. saat saya capek, bapak saya yang pijitin.

terkadang saya bertanya-tanya, apakah saya akan tetap menyebut Ibu sebanyak 3x dan Bapak 1x? jangan-jangan nanti saya bisa lupa hingga terbolak-balik…

saya ingin gendut! tolong bantu saya agar saya bisa menaikkan berat badan saya sebesar 10kg dalam waktu yang relatif singkat. saya benar-benar pengen punya berat badan berkisar antara 62-66kg.

tolong jangan bilang saya disuruh nikah dan hamil ya.. mikir itu malah bikin saya tambah kurus sebelum jadi gendut. saya aja nggak yakin kalo besok saya hamil, saya jadi gendut. ibuk saya dulu-dulu pas hamil juga nggak gendut.

tampak seperti tidak mensyukuri apa yang saya punya ya? saya bersyukur kok.. kalau memang saya tidak bisa gendut. ini kan cuma usaha. kalo emang nggak bisa saya tidak lantas membenci tubuh saya, atau berusaha dan menghalalkan segala cara biar bisa gendut.

kenapa sih saya pengen gendut?

saya ini underweight. saya tampak sangat kurus, penampilan jadi kurang bagus. apalagi saya ini insyaallah akan menjadi health profesional, dengan penampilan saya yang kurus kering ini kok rasanya akan sulit dipercaya orang kalau saya berkecimpung di dunia kesehatan.

“wong apotekernya aja kurus banget kek orang penyakitan gitu”

nah lho.. kalo ada pasien bilang gitu piye? first impression-nya jadi jelek..

alasan lain adalah, biar lebih sehat saja.. tubuh saya punya cukup cadangan lemak buat dibakar jadi energi. nggak gampang kedinginan kalo di ruangan ber- AC, jadi nggak ngantuk’an juga.

banyak kan orang gendut yang pengen banget kurus biar lebih sehat. begitu pula orang kurus kek saya yang pengen gendut biar sehat.

adakah ahli gizi yang bisa kasih saya diet sehat biar cepet gendut?

kalo pake nutrisi-nutrisi itu mahal banget je… 😦

ya Allah,, gendutkanlah saya.. jangan kekasih saya.. lho?!piss hon.. 😀

malam ini saya teringat James Bond, nama mantan hape saya… SE seri K800i. saya teringat perjumpaan pertama saya. ketika saya memegangnya pertama kali, terasa mengganjal. body-nya tebel dan berat. saat pertama menggunakannya, saya kagok, karena baru pertama pake hape canggih kala itu..

seiring berjalannya waktu, saya makin cinta sama James Bond. apalagi dia bisa memuaskan saya dalam hal bernarsis ria di depan kamera. banyak waktu yang saya lewatkan untuk narsis-narsisan dengannya. hingga pada suatu ketika saya tergoda dengan keinginan sesaat yang akhirnya menyesatkan… saya rela menjual James Bond dan beralih pada yang lain. namun, saya tidak terpuaskan dengan si pengganti. dan kini… saya menginginkan James Bond kembali pada saya…

sejak James Bond pergi, saya jadi jarang narsis-narsisan bak foto model profesional yang mukanya fotogenic padahal muka saya fotoalergic. males kalo mo foto musti pake camdig… padahal dulu jaman sama James Bond, sehari bisa puluhan foto saya di simpannya.

saya kangen kamu James… maafin saya udah ngejual kamu ya… saya udah kena karmanya…muka saya kering jarang di foto! 😦

02:22 WIB

ngantuk… tapi mendadak berbunga-bunga karena ditelpon dia. “happy 3rd anniversary, nda..”

yay! hari ini Hari Bumi, hari ini Hari Kami 😀

alhamdulillah… kami masih bisa bertahan hingga detik ini.

mungkin ini tahapan ayah mencintai nda, dan memang tahapan ayah bergerak ke arah positif

banyak harapan terucap di hari ini. semoga Allah mendengar dan mengabulkannya… amin.

makin sayang sama dia! love you so much, ayahQ…

beberapa hari yang lalu saya sempat mengalami kondisi dimana saya harus memilih antara perbuatan baik atau buruk yang sulit dipastikan.  situasinya tidak jelas sehingga saya tidak tahu harus berpegang pada prinsip moral yang mana. akibatnya saya hanya jatuh pada egoisme etis, terlalu berfokus pada diri sendiri sehingga tidak memperhitungkan kepentingan orang lain.

mungkin apa yang saya pikirkan saat itu sesuai dengan Teori Perkembangan Moral baik oleh Kohlberg maupun Gilligan. teori ini baru saya dapatkan tadi pagi di kuliah Undang-undang dan Etika.

menurut Kohlberg, perkembangan moral manusia dibagi dalam 3 tingkat, yaitu:

1. Pra Konvensional, pada tingkat ini seseorang akan memandang atau menilai sesuatu atas dasar pendapat pribadi. perilaku yang benar dipandang dari sisi yang menguntungkan diri sendiri. di tingkat inilah perkembangan moral anak muda. tingkat ini dibagi 2 tahap:

  • tahap I,

pespektifnya bersifat egosentris, membatasi pada kepentingan sendiri dengan faktor dominan yang menyertai motivasi moral ini adalah perasaan ketakutan akibat perbuatannya.

  • tahap II,

seseorang telah menyadari adanya orang lain namun tetap curang (masih ada sedikit ego) dengan faktor dominan yang memotivasi adalah imbalan atas perbuatan baik yang dilakukannya.

2. Konvensional, pada tingkat ini seseorang memiliki rasa mau berkorban, mementingkan kepentingan sosial daripada kepentingan pribadi. di sinilah tingkat perkembangan orang dewasa. tingkat ini juga di bagi 2 tahap:

  • tahap I,

ada penyesuaian, berperilaku baik kepada orang lain namun masih kelompok terdekat.

  • tahap II,

berperilaku baik pada kelompok umum dengan berorientasi pada hukum dan ketertiban dimana perilaku yang baik adalah melakukan kewajiban, menghormati otoritas, dan mempertahankan ketertiban sosial.

Kohlberg berpendapat bahwa wanita akan banyak berada pada penalaran tingkat konvensional karena wanita lebih disibukkan dengan kaidah-kaidah konvensional dan mereka plin-plan dalam menerapkan prinsip-prinsip umum tentang hak hidup. (saya nggak ngerti ini gimana..)

3. Pasca Konvensional, pada tingkat ini seseorang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan sosial dan kepentingan pribadi. berusaha hidup dengan nalar “lakukan pada orang seperti apa yang kita ingin mereka lakukan pada kita”. secara gampang adalah “jangan nyubit kalo nggak pengen dicubit”. motivasi yang ada adalah melakukan apa yang secara moral masuk akal dan diikuti dengan keinginan untuk mempertahankan integritas moral, harga diri dan rasa hormat kepada individu yang lain. di sini adalah tingkat untuk individu yang otonom (tidak dipengaruhi orang lain). biasanya para orang tua. tahapan yang ada adalah:

  • tahap I,

orientasi pandangan pada kontrak sosial legalistis

  • tahap II,

orientasi pandangan pada prinsip etika yang universal

(maaf, saya nggak dong bagian ini jadi tidak bisa menjelaskan lebih lanjut)

namun, tingkatan-tingkatan tersebut tidak selalu terkait dengan umur. saya jadi ingat salah satu iklan rokok dengan tulisan “tua itu pasti, dewasa itu pilihan” 😀 satu lagi, setiap orang bisa saja tidak stuck pada satu tingkat, dalam waktu-waktu tertentu dia bisa berpindah tingkat. namun secara umum, dia lebih sering berada pada tingkat yang sama. namanya juga perkembangan pasti tidak statis…

sedangkan menurut Gilligan, dalam survey yang dilakukan Kohlberg terdapat bias yang dimunculkan dari volunter-volunter wanita. Gilligan, dalam bukunya In a Different Voice, menyebutkan bahwa wanita membutuhkan etika perhatian. Laki-laki cenderung berminat memecahkan problem moral dengan prinsip moral yang abstrak sedang wanita lebih melihat pada hubungan personal pada semua orang yang terlibat dalam situasi (lebih kongkret).

(pada akhir kuliah, saya masih bingung dengan teori Gilligan.  mungkin karena saya belum paham dengan yang namanya “prinsip moral yang abstrak”)

yang saya kaitkan dengan masalah saya kemarin adalah, bahwa saya kemarin sedang berada pada tingkat konvensional tahap II lalu memecahkan masalah dengan melihat hubungan personal pada semua orang yang terlibat dalam situasi.

kalau boleh saya sederhanakan dengan teori “mars dan venus”, saya sebagai venus tidak bisa menerima pesan yang disampaikan oleh mars karena sudah jaraknya jauh, masih dihalangi bumi pula. jarak yang jauh itu bisa diterjemahkan dengan umur, bumi itu adalah cara penyampaian. beruntung ada utusan dari mars yang bisa meluruskan kembali jalur pesan yang tadinya ruwet.

akhirnya saya bersyukur bisa menyelesaikan problem moral saya, meski di depan masih banyak problem yang pasti akan terjadi antara mars dan venus, karena jarak itu tetap ada dan bumi juga masih eksis diantara mereka. sebaiknya saya segera menemukan jalan pintas untuk jalur pesan antara kedauanya.

maaf jika kemarin ada hal yang kurang berkenan, semoga luka bisa segera kering dan tidak terbuka lagi sehingga timbul infeksi. amin…

yuhuuu… thanks to Puguh yang sudah membuat saya berani kembali ke lapangan hijau kotak-kotak ituh. ternyata mengulang hobi yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan itu menyenangkan. meski bermain di lapangan terbuka dan panas yang sangat menyengat (muka saya gosong), tapi menyenangkan. saya bisa tertawa bahagia, padahal saya sedang sakit hati. saya lupa! saya menikmati setiap angka-angka yang saya raih dan ketika saya memenangkan dua partai sekaligus, ingin teriak rasanya… saya kembali!

biar raketnya cuma minjem, biar sepatunya nggak matching, biar saya nggak kenal partner ganda saya, yang penting saya senang! hahahaha…

tidak sabar menanti hari sabtu, saya kembali berlaga di Final Olimpiade Farmasi! huahahaha… doakan menang ya! lumayan hadiahnya… 😀

kelebihan bisa dibilang sesuatu kemampuan dari seseorang yang dianggap luar biasa atau hebat oleh orang lain.

bangga adalah suatu perasaan senang-suka-dan sedikit menuju sombong karena memiliki/mendapatkan kelebihan atau suatu hal yang tidak dipunyai orang lain.

terpilih adalah suatu keadaan ketika seseorang/sesuatu diputuskan untuk dimiliki atau diikutkan.

definisi kata-kata diatas saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Ratih yang belum saya tulis apalagi saya cetak dan edarkan ke khalayak ramai karena belum jelas valid atau tidak 😀

saya memang sedang mencari sesuatu yang bisa disebut oleh orang lain sebagai kelebihan saya, agar saya bisa dibanggakan dan kemudian menjadi yang terpilih.

ingat ya, di sini saya butuh pengakuan dari orang lain, bukan pengakuan dari diri saya sendiri. karena ternyata, walaupun saya sudah menganggap diri saya pantas dipilih, saya belum menjadi yang terpilih. saya harus bisa menjadi langit tertinggi dimana sudah tidak ada langit lagi diatasnya, baru setelah itu mungkin saya bisa menjadi yang terpilih. sengaja saya cetak tebal, digaris bawah dan dimiringkan untuk penegasan bahwa semuanya masih belum pasti meski saya sudah jungkir balik, koprol, keinjek-injek. bagaimana jika sampai saya sekarat ya? saya pasti akan menjadi orang paling bodoh dan sengsara jika sampai saya sekarat tidak juga menjadi yang terpilih.

atau haruskah saya kembali bersekolah di sekolah dan fakultas unggulan untuk mendapatkan kelebihan, dibanggakan, dan akhirnya menjadi yang terpilih?

jika dipikir-pikir saya hanya butuh orang lain membuka hatinya, memberi saya kesempatan

adakah yang tau cara cepat mengkonversikan rasa sakit hati, kebencian, kekecewaan, dan energi-energi negatif lainnya menjadi satu energi positif yang sangat besar dan mematikan? hmmm… semoga tidak perlu kalkulus, atau harus jadi dokter agar saya bisa menemukannya.

baiklah! malam tadi anda berhasil membuat saya sakit hati…

tapi saya tidak menangis, tidak setitik pun!

saya berdoa agar benih benci dalam hati saya tidak tumbuh..

saya berdoa agar sikap hormat saya tidak hilang..

saya berdoa agar saya diangkat derajatnya lebih tinggi karena sakit hati ini. amin..

Next Page »