May 2009


saya memang telat nonton film ini. pas booming, saya sedang pelit buat keluar duit 20ribu ke 21. bisa buat makan sih.. ­čśÇ

akhirnya saya dapat yang sudah donlod-an dari seorang teman dan malam ini saya midnite di kamar saya sendiri, nonton Slumdog Millionaire. awalnya saya tidak menyangka kalau film ini ada hubungannya dengan realiti show Who Wants To Be a Millionaire karena saya juga tidak mencari review dari film ini sebelumnya. saya hanya tau, ini film Bollywood yang dikemas Hollywood. saya menonton film berdurasi kurang lebih 2 jam ini tanpa putus. saya mengikuti setiap alurnya dan tidak merasa bosan. tidak seperti film Bollywood yang saya tau, di sini tidak ada polisi yang datang telat setiap adegan berantem, tidak ada tarian dan nyanyian ditiap pohon. it’s Hollywood! kalau kata saya sih.. ya begini ini harusnya film India itu.

di luar kontroversi yang ada, saya sangat mengagumi film ini. bagi saya yang kapasitasnya adalah penikmat film bukan pemerhati, saya sangat terhibur. sekali lagi, saya ini penikmat film, bukan pemerhati. jadi tulisan ini saya buat sangat subyektif. moral dari cerita ini yang bisa saya ambil sesuai kapasitas saya adalah perjuangan hidup yang tidak mudah dalam menjalaninya sebagai sebuah takdir, persaudaraan yang kuat, don’t judge a book from the cover, dan kalau jodoh memang nggak kemana ­čśÇ

rasanya saya tidak perlu menjelaskan bagian mana yang saya anggap menyampaikan moral-moral yang saya dapat itu. bagi yang sudah menonton (dan berpendapat sama dengan saya tentunya) pasti tau, kalau yang belum nonton silakan ditonton saja. not fair kan kalau saya ceritakan di sini?

now, i’m on a proceess, on my way to my destiny. all “WH question” about my destiny, saya masi mencari jawabannya. tapi dibagian “Who is my destiny?” saya sangat berharap dialah jawabannya, a man i called Ayah..

time to sleep, ending the Himsoniac disease ­čśÇ

himsoniac,,

can’t sleep.. mendadak ingat kekasih saya yang menyebalkan, egois dan nggak bisa ngalah tapi saya sukaa.. hahaha, jijay ya?! dia sangat tau bagaimana membuat saya yang tadinya nangis bombay jadi kembali merasa baik-baik saja. dia sangat tau bagaimana membuat saya selalu jatuh dan tidak mau beranjak dari cintanya.

semakin mendekati kepulangannya, makin sering berantemnya. hmm… tandanya kami masih saling sayang kan? masih saling beradu pendapat demi kebaikan masing-masing, secara implisit, kami saling peduli satu sama lain.

mungkin akan berat bagi saya untuk selalu mengalah. hanya kata-kata Ibu yang saya ingat, ” Mengalah untuk yang terbaik”. yup! saya pasti mampu, saya pasti kuat. cuma saya yang bisa menaklukkan egoismenya, dengan kesabaran saya.

semoga memang tak lama lagi… saya mendampinginya dengan status saya sekarang.

mbak agnes, pinjem judulnya buat judul ­čśÇ

Pernahkah kau bicara
Tapi tak di dengar
Tak di anggap
Sama sekali

Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau begitu

sometimes, i feel like a slave. doesn’t have right to do anything. just say “yes”, anything you want. i don’t have choise.

hehehe…

ada satu dosen lagi yang unik. diskriminatif, sangat cinta almamater, idealis, sensitif, keras, butuh dihormati. baru itu kesan yang saya dapatkan dari cara beliau mengajar, kata-kata yang beliau ucapkan, dan sikap yang beliau tunjukkan di kelas.

satu lagi, tidak pernah kehabisan omongan ketika kuliah. beliau jagoan mencari kaitan dari mata kuliahnya dengan iklan, lagu, fenomena, peristiwa di sekitar. betapa tidak, kuliah yang harusnya 2 sks atau 100 menit, bisa molor sampai 3 sks atau 150 menit. dan selama itu beliau tidak berhenti bicara selain ketika terbatuk-batuk atau tertawa. mata kuliah yang diampu adalah Pharmaceutical Care atau Asuhan Kefarmasian, tapi bisa sampai pada iklan green tea, bagaimana berhitung dengan bahasa Bali, ciri cewek setia yang bisa dilihat dari alisnya yang tebal trus punya bulu-bulu halus di lengan tangan dan paha kebawah (what?! dilihat?!). beliau juga suka lagu-lagu jadul. awal pertemuan lagu kebangsaan adalah lagu milik Broery (entah judulnya apa), pertemuan kedua lagu Ebbiet G. Ade, Jamal Mirdad, dan Ahmad Dhani, pertemuan ketiga nanti entah lagu apa lagi…

Kemarin, saya tertarik dengan ucapan beliau: “pria itu pencemburu, wanita lebih bisa menahan cemburu”

benarkah?

atas dasar itu, maka ada yang bilang:

“masa lalu seorang suami harus diceritakan pada istrinya tapi masa lalu seorang istri jangan diceritakan pada suami”

hmm…atas dasar itu juga bisa kubilang:

“masa lalu seorang calon suami harus diceritakan pada calon istrinya tapi masa lalu calon istri jangan diceritakan pada calon suami”

ahaayyy…!!!

to my beloved one: sayang, jangan kecewa ya.. kau kalah kali ini ­čśÇ

Duhai engkau sang dewi ciptaan raja
Dari langit kau turun ke dunia
Untuk jadi milikku
Jadi pendampingku selamanya

Dengarkanlah setiap kata yang terucap
Mengertilah karena hidup takkan
Semudah kau kira
Kau harus berlari mengejarnya

(*)
Ku takkan berhenti
Beri cinta dan rinduku
Sampai kau mengerti dan pahami
Semua yang kuberikan

Reff :
Jangan kau pergi dariku
Bila waktuku sedikit untukmu
Setiap hembusan nafasku
Ku lakukan yang terbaik untukmu

Duhai engkau sang dewi ciptaan raja
Mengertilah, karena hidup
Takkan semudah kau kira
Kau harus berlari mengejarnya

Bila ku pergi, tetaplah kau ada di sini
Dan menanti

itu lagunya TIC band.. lagu jaman saya SMA, menikmati warna warni dan suramnya jatuh cinta.

wahai dewa… (saya kan cewek) yang baru turun dari puncak Cartenz.. saya kangen sekali..

baru berasa riweuh dan lieur ngerjain makalah dan tugas-tugas lain kalo nggak bisa copy paste atau ada masternya. apalagi dedlen didepan mata. otak ini rasanya beku dan mengeras bagai batuan beku. sulit sekali ide datang menelusup, memberi secercah harapan dan semangat untuk terus mereview semua ilmu yang sudah didapat selama hampir 5 tahun ini. pertanyaan selanjutnya adalah, “memangnya ada yang bisa di review?” ­čśÇ

saya jadi pesimis, sepertinya selama bertahun-tahun saya kuliah kemarin hingga sudah berpredikat sarjana kok sepertinya tidak ada ilmu yang nyantol dan bisa langsung dipanggil ketika dibutuhkan. akibat buruk kebiasaan copas dan mencari master nih… efek samping jangka panjang! adverse effect yang delayed!

lebih baik saya istirahat sejenak.. besok kumpul kelompok. semoga dengan bertambahnya otak, bisa muncul ide-ide segar yang menstimulasi otak saya menjadi melunak dan bekerja dengan kecepatan penuh!

for my beloved one..
take care ya sayang.. nda tunggu kepulangan ayah dari Cartenz.. i’ll miss u hon!