July 2009


Hari ini Bapak Deresan (calon mertua, insyaAllah) ulang tahun lhooo… yang ke 57 bukan ya pak? maaf lupa.. ๐Ÿ˜€

Jadi inget setahun lalu dirayakan di rumah tepat setelah bapak sekeluarga pulang umroh. senang sekali bisa jadi bagian dari perayaan hari itu, bisa merasakan keakraban dan kekompakan keluarga bapak, dan yang paling berkesan bisa melihat bapak menangis bahagia kala itu.

Bapak… selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, sehat, dilancarkan rejekinya, diberi kekuatan dan kesabaran dalam membimbing putra-putrinya, dimudahkan segala urusan, dan dikabulkan segala harapan Bapak oleh Allah SWT. Amin yaa robbal’alamin..

sudah lewatย  seminggu sejak si Ayah balik lagi ke Papua setelah menghabiskan 3 minggu di Jogja. Seneng banget akhirnya bisa ketemu setelah 7 bulan lamanya. Dia cuti dari tanggal 22 Juni-12 Juli 2009 kemaren. Tapi kita baru bisa ketemu tanggal 23 Juni, gara2 insiden pesawat ngaret, Ayah jadi gak dapet pesawat dari Surabaya ke Jogja. Akhirnya naik travel, nyampe rumah tgl 23 subuh. Jam 8 dia dah nongol di depan rumah saia buat nganter ujian. Huhuhu… mendadak jadi terharu melihat sosoknya yang tampak lebih kurus, tapi tetep ganteng gak keruan ๐Ÿ˜€ Matanya berkaca-kaca dan saia udah nangis aja..

Minggu pertama cuti, rutinitas masih nganter saia ujian aja… pokoknya tiap hari ketemu! Saia jadi sedikit gak fokus sama ujian ๐Ÿ˜€ senang…senang…senang… Sampai tiba hari dimana saia dibuatnya menangis…ย  Weits! kok nangis?! Jadi gini ceritanya, tanggal 27 Juni 2009, saia janjian mo kencan sama dia. seperti kemaren2, dia dateng jemput saia trus kita pergi. niatnya mo nyari makan… di jalan kami malah berdebat nentuin mau makan di mana. Kali ini saia yang harus menentukan tempat katanya, tapi dia juga mengajukan syarat kalo tempatnya musti enak buat ngobrol lama dan gak ramai. Setelah muter2 gak jelas akhirnya saia memutuskan buat makan di Laris aja, jl. Nologaten.ย  Tempatnya enak, makanannya enak, murah meriah itu pasti! Kebetulan lagi gak terlalu ramai, kita dapet tempat diย  gubuk belakang, mayan private buat ngobrol. Singkat cerita (halah…) kita dah selesai makan. Masih sambil menggerogoti tulang ayam bakar yang saia pesan, tanpa saia sadari, dia melamar saia. Waallaaaa… dan dengan bodohnya saia bertanya, “barusan tuh beneran dilamar ya?” Dengdongdengdong… dia langsungย  bermuka seperti iniย  -____-”

Wahahaha… maafkan bundamu yang bodoh ini ayah…. Untung dia masih bersabar, dan mau mengulangi setiap kata yang diucapkan. Kali ini saia nggak bersikap bodoh lagi.. saia mendengarkan setiap kalimatnya, memperhatikan ekspresinya, melihat jauh ke matanya. Hingga tepat saat dia menanyakan “Bunda mau nikah sama Ayah?”, saia jadi gak kuat liat matanya. Dada saia nyeseg… badan saia lemes… Dia mengulang pertanyaannya. Saia nggak bisa ngomong. Dia kembali bertanya. Saia bingung mau ngomong apa. Ya Allah… bilang “Mau” aja susah! Selama beberapa saat saia masih diam. Mendadak saia jadi ketakutan. Aneh… padahal dari dulu saia menginginkan saat seperti itu, tapi sekarang saia justru keder. Setelah mengambil nafas panjang dan mengucap bismillah dalam hati, saia beranikan menatap wajahnya. Ya Allah… dada saia makin nyeseg liat muka pasrah dia ๐Ÿ˜€ dengan terbata-bata karena menahan tangis, saia menjawab pertanyaannya. Yup.. keluar sudah kata “Iya, Bunda mau nikah sama Ayah” itu bebarengan dengan air mata bahagia saia yang mengalir pelan di pipi. Sedikit kabur, saia melihat muka sumringahnya… Hati saia hangat sekali ๐Ÿ™‚

Dan….. saat itulah saia mulai menaiki roller coaster kehidupan saia. Semuanya jadi seperti berjalan sangat cepat. Sehari setelah lamaran personal itu, untuk pertama kalinya keluarganya dan keluarga saia bertemu. Agendanya hanya perkenalan saja, sekalian merayakan ultah pernikahan orang tuanya (calon mertua saia) dan ulang tahun kakak pertamanya.ย  Seminggu setelah itu, orang tuanya datang kerumah bersama kakak dan adiknya. Agendanya hanya silaturahmi saja.. biar tau rumah calon menantunya ini, hahahaha… Selang 4 hari, gantian keluargaku yang bertamu ke rumah orang tuanya, tepat di hari ulang tahun saia.

Ada kejadian yang lucu juga nih pas hari ultah saia itu… Dia lupa saia ultah! Padahal tengah malam itu saia masih sms-an dan chatting sama dia. Saia tunggu, eh malah dia ketiduran. Sedikit jengkel, saia juga tidur setelah meninggalkan sindiran di Y!M ๐Ÿ˜ก Jam 6.30 pagi dia baru nelpon dan ngaku kalo lupa. Payah…. tapi malemnya dia ngasih surprise party gitu pas aku dan keluarga silaturahmi ke rumah dia. Hohoho… benar2 surprise… dia benar2 membayar kesalahannya ๐Ÿ˜€ Saia makin bahagia karena meski belum ada acara lamaran resmi, tapi ortu masing2 sudah mengijinkan kami buat mempersiapkan pernikahan kami yang kami rencanakan bulan Maret atau April tahun depan!

Yeah…. meski masih takut dengan kecepatan roller coaster ini, sekarang saia sudah mulai bisa menikmatinya. Ayo semangat mempersiapkan lamaran di Desember nanti dan pernikahan yang tinggal 8 bulan lagi!

Bismillahirrahmanirrahim… semoga semua lancar ya Rabb.. amin. ๐Ÿ™‚

sudah lama meninggalkan blog ini, saya jadi mau meninjau kembali visi dan misi pembuatan blog ini. tadinya saya hanya akan menulis bila perlu saja, bila saya pengen nulis saja. hmmm… sepertinya ini masih akan berlanjut. toh saya memang tidak bertujuan untuk melakukan suatu hal yang serius terhadap blog saya. kalau nanti kesannya “diary banget” ya tidak apa-apa. kalau nanti kesannya tidak punya tujuan ya tidak apa-apa. sesuai dengan visi misi kok… saya tidak tau apa blog ini akan terus menjadi blog picisan, atau akan menjadi blog serius, atau menjadi blog yang kritis. yang saya tau, apa yang saya tulis di sini adalah apa yang ingin saya ungkapkan dan saya bagi. terimakasih jika ada yang mau mampir, membaca, dan berkomentar. jika tidak, ya saya akan tetap menulis saja. why so serious?