August 2009


gak tau kesambet apa, tiba-tiba temen sekamarku, yang menurut saia lumayan “ukhti”, bilang pada saia:

“ati-ati, Tih…cobaan menuju pernikahan itu berat. namanya juga nikah, ibadah yang besar, jadi cobaannya pasti berat. biasanya setan makin keras meniup-niup kepalamu”.

hiiyaaaa……kok mendadak ngomong gitu?! masuk akal sih…

Innalillahi wa innailaihi roji’un…..

pagi ini mbah Sarni dipanggil Allah SWT. mungkin memang ini yang terbaik buat mbah. sudah terlalu lama mbah menahan sakit. mungkin ini jalan Allah untuk meringankan sakit mbah…

mbah… saia memang belum deket sama mbah. tapi saia bersyukur sempat kenal mbah. sedih sekali, jika nanti saia benar2 menikah dengan cucu lelakimu, udah nggak ada tangan keriput mbah yang akan kucium hormat setelah akad nikah.

selama jalan mbah…. semoga Allah memberi satu tempat di surga-Nya untukmu. bahagialah di sana mbah… seluruh anak cucumu akan selalu mendoakanmu di tiap akhir sholat mereka.

terinspirasi dari status facebook seorang teman: “marriage is about three rings: engagedment ring, wedding ring, and suffering”

heeeyyaaaa….. saia sih no comment! terutama bagian “suffering” itu, menyerah pada apa coba? keadaan, takdir, kehendak suami, atau menyerah pada rayuan suami? hihihi… kalo saia sih, sepertinya suami yang menyerah pada rayuan saia *kedip-kedip*

“suffering”… gimana dia bisa bilang gitu ya? jujur masih bingung… mungkin ada baiknya saia berdoa saja, semoga pernikahan saia dengan calon suami saia nantinya menjadi “three rings” yang lain: engagedment ring, wedding ring, caring. bisa punya keturunan yang sehat lahir batin, sholeh/sholehah, cerdas, membanggakan, dan punya senyum yang sangat manis. hahaha…. sekarang masih dipikir gimana caranya biar pernikahan saia besok barokah! masalah keturunan, menyusul lah… yang pasti, saia cuma mau 2 anak. abis itu saia atau suami akan steril (mau saia sih suami saja):D

waduh,, malah sudah ngelantur ke sana. sepertinya saia sudah harus tidur… ngantuk! besok musti bangun pagi buat sahur.

====================

buat si kembar siam dan dempet: just ignore my opinion! i’ts yours, not mine… now, there is only YOU and ME.

berikut hasil seleksi model cincin ang pengen diwujudkan buat jadi cincin kawin saia dan calon suami. dari 5 model ini, bie suka dengan model nomer 4. kalau saia, yang mana saja dari ke-5 model ini. sebenrnya pengen yang model nomer 3, tapi sayang gak bisa di gravir nama kami nantinya. ketika bie mengusulkan model nomer 4, saia juga mengusulkan untuk mengganti ornamen di bagian atas itu dengan emas kuning. jadi nantinya akan berwujud two tone wedding ring!

ada saran lain dari pembaca gak?

cincin 1

cincin 2

cincin 3

cincin 4

cincin 5

wuuhuuuu…. i’m back. sehari setelah ultah calon suamiku! happy b’day, my biee….

hari ini mo cerita apa ya? haaaahhh… ya jelas sesuai judul lah! gimana sih saia ini?! dasar wanita aneh…

diawali karena kondisi kesehatan saia yang mendadak memburuk dua hari kemaren, saia jadi merasa malas beranjak dari singgasana kebesaran saia (baca: KASUR). badan ini rasanya remuk redam, hidung mampet, kepala pusing, tenggorokan gatal, dan menstruasi. oohh… semakin melegalkan saia untuk bermalas-malasan di atas kasur, menatap layar terpaku, dan saia onlen..onlen..

seperti sudah otomatis, begitu konek inet jari langsung meng-klik mozilla trus klik icon FB, ikon plurk. kembali ke start menu, dan meng-klik Y!M. cek notification…………. sepi…………….cek new respon and update plurk…………………………sepi juga……………………………….. Y!M…………………………….gak ada yang bisa diajak ngobrol…………………ssiiiiinnngggg……………………ngapain neh???

akhirnya tersadar untuk kembali memikirkan rencana pernikahan setelah beberapa minggu terakhir ini merasa eneg buat mikirin itu. kembali mengingat-ingat perbincangan dengan calon suami saia beberapa hari yang lalu. dia berencana mencari cincin kawin saat dia cuti oktober nanti. “cari modelnya saja dulu, pesennya bisa nanti”, katanya. saat itu saia pikir mudah menentukan model cincin kawin yang bagus dan gak pasaran, tapi ternyata saia salah. susah sekali mencari model cincin kawin. ketika saia browsing, memang banyak modelnya, tapi sedikit sekali yang sesuai dengan apa yang saia inginkan. yang simple tapi gak biasa. kalo ada yang simple, kesannya biasa saja, ga unik gitu… kalo ada yang unik, saia rasa bentuknya akan aneh jika dipakai suami. terlalu wanita… mungkin saia butuh calon suami saya buat cari model juga. biar klop apa yang saia dan dia mau. biar kalau nanti dia pakai gak terkesan “wanita” dan sai juga tidak terkesan “biasa”. saia mau suami saya besok pakai cincin kawin. terserah dia, mau emas atau bikin dari material lain. hal ini tersangkut masalah boleh tidaknya laki2 memakai emas yang belum kami pahami secara baik. kenapa saia pengen suami pakai cincin kawin? yaaa…. sebenernya simbol saja, biar keliatan kalo emang dah punya istri. biar ada yang ngingetin kalo mata lagi mau kelayapan! 😀

jadi kesimpulannya, saia belum menemukan model cincin kawin saia! *penting gak tulisan ini dibuat kalo kesimpulannya gitu doang??*

Tidak semua PRIA adalah COWOK, dan begitu juga sebaliknya…

Tidak semua lelaki dewasa menjadi “PRIA”, ada juga yang masih begitu kekanakan setelah umurnya mencapai 40. Tenaaaang.. jangan keburu marah dulu dengan kenyataan ini, mungkin memang sebagian orang dilahirkan untuk jadi “PRIA”, tapi ada juga yang cukup menjadi “COWOK” saja. Sekali lagi jangan kawatir, terima saja diri Anda sebagai PRIA (P) atau sebagai COWOK ©, toh semua punya nilai lebih dan kurang tersendiri. Dan yang tak kalah penting, percayalah kadang wanita tidak peduli.

Inilah Perbedaan mendasar antara seorang PRIA dan COWOK
P : Tahu jelas 5 tahun lagi ia mau jadi apa.
C : Tidak jelas 5 menit lagi ia mau berbuat apa.

P : Jago membuat wanita merasa tenang.
C : Jago membuat cewek merasa senang.

P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN.
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV.

P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang.
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa.

P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan.
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum.

P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita.
C: Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri.

P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan.
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan.

P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon.
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon.

P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, “Kita tetap bisa berteman selamanya.”
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang-batang, plus ucapan, “Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!”

P : Mencintai wanita 10% pada pertemuan awal dan meningkat terus.
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus.

P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun.
C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun.

P: Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik.
C: Cuma bisa ngamuk, adu mulut, dan adu otot dalam konflik.

P : Mikirnya, “Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak.”
C : Mikirnya, “Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin!!!”

P: Otak no 1, digabungin otot kalo kepaksa.
C: Otot no 1, ditambah otak kalo punya.

(anonim)

ngakak abiiissss………