Howaaaa… postingan kali ini ditulis di rumah baru 🙂

Yak! Mau bikin review clodi Blueberry Basix hasil menang kuis. Udah lama yaa..baru nongol lagi. Hihihi.. cekidot!

Blueberry Basix, clodi ini sistemnya AIO, dimana insert udah jadi satu, dijahit di inner. Tapi gak kayak AIO yang lain, insert Basix ini bisa dipanjangin dan ditekuk saat dipakai. Yang beda lagi, kita bisa nambahin booster/ insert tambahan karena ada pocketnya! Bingung ya? Kira2 begini penampakannya

image

Itu yang warna biru adalah insert tambahan yang saya masukin. Insert aslinya microfibre warna putih itu. Maap fotonya minim pencahayaan yee.. 🙂
Dengan inovasi ini, Blueberry mematahkan pendapat bahwa AIO itu lama keringnya kalau dijemur. Saya cuci pakai mesin dan di spin, jadi pagi cuci, siang dah kering. Jemurnya si insert di”klewer”in (apalah bahasanya?) keluar gitu.

Soal cutting, Basix ini multisize ya..punya anak saya ukuran M. Cutting terlihat kecil awalnya sampe saya ragu bakal muat apa gak buat si genduk. Pas dicobain, aiiihhh… snap pinggang masih dikolom nomer 2. Dilihat juga enak, trim n fit! Emang keunggulan multisize tuh lebih pas dibadan anak sih yaa… bye bye bulky! Andalan buat pergi jalan2 karena gak bikin celana sesak.

image

Blueberry terkenal dengan performanya yang yahuudd. Banyak ibu2 yang mengandalkannya jadi overnight clodi. Saking penasarannya, saya langsung ujicoba tanpa prewash dulu (jangan ditiru) cuma dilapis liner dalemnya 😀 Pemakaian selama >5 jam, tanpa bocor tanpa rembes. Pas dibuka, karena mo mandi, popoknya berat bener. Innernya masih berasa kering. Hehehe…
Pemakaian selanjutnya saya coba buat overnight kira-kira 9jam. Masih aman.. hanya inner mulai lembab. Perhatian buat yang kulit anaknya gak se”badak” kulit anak saya, mengganti popok 4jam sekali itu lebih baik adanya. Hehehehe..

Kalau disuruh kasih nilai, saya bakal kasih 9 dari 10. Kenapa? Mahal cyyiinn…alesannya emak2 kantong cekak banget nih 🙂 Tapi buat yang mampu, gak ada salahnya menginvestasikan (eciyeehh) biaya beli pospak ke clodi ini. Meski dia multisize, bukan berarti kepakenya cuma bentar. Biasanya yang make size M keatas itu umurnya udah 1tahun. Diumur segitu, biasanya BB anak naiknya seret. Jadi bisa kepake lama deh.

Jujur saja, kalau gak inget mau toilet training, udah ngerogoh kantong lebih dalem buat beli lagi clodi ini. Untung kantong udah gak ada isinya, mau dirogoh kayak apa juga gak bakal nemu duit 😀

Okelah, segini dulu reviewnya. Kemaren sebenernya udah bikin dalam suasana hati cerah, tapi sayang ilang gara2 gadget dimainin si genduk. Kali ini mungkin rada kurang menarik gara2 ngantuk abis buka puasa..

Oppss! Biar gak kayak kacang lupa kulitnya, makasih buat Clodi Midmod yang bantuin submit form kuis dan tentunya Blueberry Indonesia yang udah kasih hadiah. Buat yang banci twitter, sila follow @Blueberry_ID.

Happy cloth diapering, salam lalala yeyeye..

Postingan kali ini berasa memberi kesan kalo saya “pemburu” kuis ya?! Hihihi… apapun deh, yang penting dapet popok kain (clodi) baru buat denok deblong. Gak tanggung2, clodinya termasuk clodi branded yang gak mungkin dibeli kecuali lagi diskon 🙂 Bukan pelit tapi irit #sikap ;p

Begini ceritanya… pada suatu siang di hari Kamis. Masuk email bertubi-tubi dari milis popok kain. Seperti biasa dibuka satu2, dibaca sekenanya, trus “delete in mailbox and handheld”. Tapiii..ada satu email yang saya keep untuk ditindaklanjuti *halaahhh*. Email dari Blueberry Indonesia yang isinya open new reseller or retailer buat produknya daaann, ini yg paling menarik, ada promo Blueberry Giveaways! Jadi bakal ada 12 pcs produk Blueberry yang bakal dibagikan gratis. Sekali lg biar dramatis, G R A T I S. Got the point right?! ;p

Dimulailah perburuan tata cara ikutan promonya. Ternyata caranya cuma isi form aja gitu… kayak kuisioner. Ada pertanyaan tentang pernah atau belum pakai clodi? Berapa lama? Merk apa aja? Sampai suruh nyebutin semua akun socmed yang dipunya. Yap, penilaian akan bergantung jg dengan ke-eksis-an anda di dunia maya. Kenapa? Ya karena nantinya anda akan bikin review tentang produk Blueberry yg diterima dan disebar lewat akun socmed yang anda punya. Of course, ini adalah cara promosi produk yang cukup efektif mengingat penghuni jagad maya ini unlimited. Bagi ibu2 muda yang eksis abis dan concern dengan isu go green pasti tau kalo info dan bahkan produk popok kain modern ini lebih mudah ditemukan di dunia maya.

Singkat cerita, saya mengisi form dari beberapa online shop (OS) retailer produk Blueberry. Hal ini diijinkan, guna memperbesar peluang menang. Serius! Emang boleh kok kirim form dari banyak OS. Selesai isi dan kirim balik form-nya, saya udah gak ngarep2 dapet deh…dapet bocoran kalo yang ikutan buaaannnyyaaakkkk. Padahal hadiahnya cuma 12pcs. Hingga datanglah kabar berita bahwa nama saya ada dideretan pemenang. Uwoooww…. dapet Blueberry Basix. Alhamdulillah…. silakan di klik link-nya buat tau detilnya yaa!

Okelah, segini dulu. Ketemu lagi nanti di review produknya aebulan lagi. Basix, come to mama… 🙂

Saya sebenarnya pernah menyinggung tentang popok kain modern ini di post sebelumya. Di situ saya gunakan istilah Clodi, sigkatan dari Cloth Diaper yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Popok Kain. Nah, karena masyarakat Indonesia melihat yang disebut clodi itu bentuknya tidak seperti popok kain yang (sebenarnya) sudah mereka kenal, maka diterjemahkanlah bahwa clodi itu adalah popok kain yang modern. Padahal,  popok tetra yang ditali, yang dulu saya dan teman-teman pakai semasa bayi itu juga clodi. Dari kain kan?

Nah, Indonesia ini kan statusnya negara (yang katanya) berkembang, maka dalam hal kemajuan teknologi masih tertinggal dari negara-negara maju yang mana dari sanalah produk popok kain dalam bentuk modern diciptakan. Modern di sini saya terjemahkan dalam bentuk yang lebih ringkas, praktis, kemampuan dan kualitas yang lebih baik. Saya yakin ide awal buibu di negara maju sana sebenarnya hanya ingin mempraktiskan dan meningkatkan derajat popok kain agar setara atau bahkan lebih dari disposable diaper alias popok sekali pakai (pospak) yang booming di era 90an di Indonesia, entah di sana udah dari kapan saya belum cari tau 😀 maaf.. Apalagi setelah para peneliti di negara maju sana menemukan banyak dampak negatif dari popok sekali pakai bagi kesehatan maupun lingkungan. Nah, mari kita bahas satu per satu.

Apa sih dampak buat kesehatan?

Yang menjadi perhatian kesehatan terkait pospak adalah pewarna sodium polyacrylate (gel penyerap), dan dioxin, yang merupakan sebuah hasil sampingan dari proses bleaching (pemutihan) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (popok untuk anak-anak) . Pada masa lalu, Sodium polyacrylate sering dikaitkan dengan sindrom toxic shock, reaksi alergi, dan juga berbahaya karena ternyata bersifat letal terhadap binatang. Beberapa jenis pewarna dan dioksin menurut EPA (Environmental Protection Agency) diketahui dapat merusak sistem saraf pusat, ginjal, dan hati. (FDA) Food & Drug Administration menerima laporan bahwa aroma pada pospak dapat menyebabkan sakit kepala dan ruam. Ada beberapa laporan konsumen (di Amerika) yang terkait pospak, misalnya bau insektisida, bayi yang merobek robek pospaknya dan memasukkan potongan plastic ke dalam mulut dan hidung, tersedak karena perekat dan pelapis.

Menurut Journal of Pediatrics, 54 % bayi berumur 1 tahun yang menggunakan pospak mengalami ruam, 16% mengalami ruam parah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah produsen pospak (nama tidak disebutkan, yang pasti salah satu produsen terbesar), menunjukkan bahwa insidensi ruam popok meningkat dari 7.1% menjadi 61% seiring dengan peningkatan penggunaan pospak. (Diambil dari sini dengan sedikit perubahan)

Memang ada yang anaknya pake pospak nggak pernah kena masalah apa-apa. Para pengguna popok kain pun bisa mengalami ruam kalau terlalu lama popoknya tidak diganti. Meski ada brand popok yang mengklaim produknya bisa tahan bocor hingga 8-10jam, sebaiknya ganti popok setiap 3-4jam. Daya tahan yang bagus itu hanya untuk mengantisipasi jika sang Ibu kecolongan lupa ganti popok atau dalam penggunaan malam sang Ibu ketiduran (atau malas bangun?!hehe..) Segera ganti popok bila kena pup! Reaksi amonia serta feses yang tidak segera dibersihkan bisa menyebabkan ruam.

Lalu, apa dampak untuk lingkungan?

Yang jelas dan nyata adalah sampah pospak yang akan menggunung karena sulit terurai. Penduduk indonesia ini sudah lebih dari 200jt, berapa bayi pake pospak? berapa banyak pospak dipakai setiap hari? tinggal dikalikan saja. Memang di negara maju sana sudah ada produsen pospak yang mengklaim produknya biodegradable. Bagaimana dengan negara (yang katanya) berkembang ini? Kalau memang sudah ada dan sudah banyak yang menggunakan itu bagus. Hmmm…jika ada produk seperti itu di Indonesia, kira-kira harganya berapa ya??

Saya bukan anti pospak ya buibu…saya dulu menggunakan pospak untuk anak saya sejak lahir hingga usianya 3minggu. memang mix dengan popok kain yang sudah muat untuknya, tapi rasio penggunaan tetap banyak pake pospak  (Lha dapet kado juga pospak). Turning point saya nggak mau pakein pospak lagi ke anak saya adalah ketika dia ruam parah di daerah kewanitaannya. Saya benar-benar merasa sangat bersalah saat itu..meski rajin mengganti pospak, ternyata anak saya memang alergi pospak (dokternya yang bilang). Ada rasa bersyukur juga sih…anak saya ternyata malah mau diajak ngirit!

Ya! salah satu keuntungan menggunakan popok kain adalah IRIT! hehehe…ibu-ibu banget ya?! Yaa…musti realistis lah..jaman sekarang semua serba mahal. Jika bisa menekan satu pengeluaran saja, kan lumayan bisa buat subsidi yang lain. Dan pengeluaran pospak saya pikir merupakan pengeluaran besar. Saat masih menggunakan pospak, saya pernah membeli eh dibelikan mertua saya pospak merk MP yang isi 52 ya kalo nggak salah? pokoknya yang ukuran guede. Kalau nggak salah lagi, harganya sekitar 80ribu lebih dikit. Dan habis dalam waktu kurang dari 3 minggu. Sehari saya pakai 4 mix dengan popok kain karena new born kan masih sering pup..

Hmm…nanti saya akan posting sendiri deh alasan berpindah ke popok kain. Sekarang maen sama anak dulu.. 😀

see ya!